Tentang STAI Al-Fatah

Berita dan Kegiatan

KPI

PAI

Latest Posts

Pemred ANTARA, Aat Surya Safaat ANTARA (kiri) dan Ketua STAI Al-Fatah Bogor (kanan) dalam pertemuan di Kantor Redaksi ANTARA Jakarta Pusat, Kamis (2/2/2017). (Foto: Afta/MINA)
Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Fatah Cileungsi, Bogor, menjajaki kemungkinan kerjasama dengan Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA.

Hal itu dibicarakan dalam pertemuan Ketua STAI Al-Fatah Wahyu Iwa Sumantri dengan Direktur Pemberitaan ANTARA Aat Surya Safaat di Wisma ANTARA Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (2/2/2017).

“Kerjasama ini dalam bidang pendidikan, pelatihan dan pengabdian masyarakat, guna meningkatkan kualitas mahasiswa jurusan Komunikasi Penyiaran Islam di kampus kami,” ujar Wahyu kepada MINA.

Ia menambahkan, kampus yang didirikan tahun 2000 oleh almarhum H.M. Hamidy, yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Lembaga (Seklem) ANTARA, bertujuan menyiapkan kader-kader dai internasional berbasis bahasa Arab dan Inggris yang memiliki semangat juang dakwah melalui media berdasarkan Al-Quran dan As-Sunnah.

Sehingga lulusaannya diharapkan dapat berkiprah di masyarakat khususnya media untuk menyebarkan nilai-nilai Islami, lanjutnya.

Untuk itu, imbuhnya, pihaknya menargetkan lulusannya di samping memiliki kemampuan jurnalistik, dibuktikan dengan kliping karya-karya jurnalistik yang pernah dikerjakannya, paling tidak 100 karya,

Dalam kaitannya dengan kerjasama tersebut, ia akan menyiapkan calon-calon lulusannya untuk dapat melakukan magang di ANTARA, baik di pusat maupun biro-biro di dalam dan luar negeri.

“Khusus yang akan magang di luar negeri, kita akan siapkan mahasiswa terbaik, yang memiliki kemampuan jurnalistik, basic bahasa Arab dan Inggris serta hafidz Al-Quran,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Pemberitaan ANTARA Aat Surya Safaat mengatakan, salah satu persyaratan wartawan adalah memiliki daya militansi tinggi, di samping kemampuan jurnalistik dan penguasaan bahasa internasional.

“Apalagi jika itu adalah wartawan Muslim, yang tentu akan membawa nilai-nilai Islam, ada ghirah (semangat) perjuangan,” lanjut Aat.

STAI Al-Fatah merupakan salah satu Perguruan Tinggi Swasta Islam yang berdiri sejak 2 Maret 2000, beralamat di Jalan Pesantren Al-Fatah Pasirangin, Cileungsi, Bogor, Jawa Barat.

Dengan visi menjadi lembaga perguruan tinggi yang melaksanakan pengkajian dan penerapan Al-Qur’an dan berbagai disiplin ilmu, STAI Al-Fatah memulai kegiatan dengan kuliah umum pada 27 Agustus lalu, yang disampaikan oleh Pemred ANTARA, Aat Surya Syafaat.

Pada kuliah umum bertema ‘Tantangan dan Peluang Jurnalis Muslim di Era Media Digital’ tersebut, Aat menyampaikan pentingnya wartawan Muslim memiliki sifat-sifat kenabian, yakni shidiq, amanah,  tabligh dan fathonah.

Berita dari Mirajnews.com
Pengurus STAI Al-Fatah dan SGI DD (Dok STAIA)
Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Fatah Cileungsi, Bogor bekerja sama dengan Sekolah Guru Indonesia (SGI).

Penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) dilaksanakan di Kampus SGI Dompet Dhuafa Bogor, Rabu (21/9), oleh Ketua STAI Wahyu Iwa Sumantri dan Direktur SGI Agung Pardini.

Menurut Wahyu, kerjasama terkait peningkatan sumber daya guru di Indonesia, antara lain dengan akan dibukanya Program Studi PGMI (Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah) di STAI Al-Fatah.

“Program studi ini diharapkan menjadi proyek percontohan pembekalan guru-guru atau calon-calon guru MI yang berakidah, profesional dan berwawasan kekinian,” ujar Wahyuis, begitu ia biasa disapa pada Jumat (23/9).

Sekolah Guru Indonesia (SGI) adalah salah satu jejaring divisi pendidikan Dompet Dhuafa yang berkomitmen melahirkan Guru Transformatif yang memiliki kompetensi mengajar, mendidik dan berjiwa kepemimpinan sosial.

Terkait kerjasama, SGI menyiapkan tenaga pengajar untuk memberikan pembekalan mahasiswa PGMI.

“Jika program ini berhasil, dapat dijadikan sebagai model yang dikembangkan di daerah-daerah, bekerjasama dengan pemerintah daerah setempat, untuk kaderisasi guru-guru muda profesional yang siap berkontribusi bagi kemajuan pendidikan di seluruh penjuru Indonesia,” lanjut Wahyuis.

SGI awalnya bernama Sekolah Guru Ekselensia Indonesia (SGEI) diresmikan pada 24 Oktober 2009 oleh Bupati Bogor. Kelahiran SGI adalah wujud komitmen Dompet Dhuafa dalam program pemberdayaan dan peningkatan kualitas guru.

SGEI merupakan produk inovasi program dari Makmal Pendidikan yang kemudian berekspansi menjadi jejaring divisi pendidikan Dompet Dhuafa yang dinamai Sekolah Guru Indonesia (SGI) pada tanggal 8 Februari 2012.

Sejak tahun 2009, Sekolah Guru Indonesia telah membina 6 (enam) angkatan dan menyemai anak-anak muda inspiratif tersebut menjadi Guru di 31 Kabupaten daerah terdepan, terluar dan tertinggal di seluruh wilayah Republik Indonesia.

“STAI kini menerima calon-calon mahasiswa baru Program Studi PGMI tersebut dengan quota terbatas dan bebas biaya pendidikan, tidak termasuk konsumsi dan akomodasi. Paling tidak untuk tahun pertama,” lanjutnya.

Calon-calon mahasiswa diharapkan dari para pengajar MI, tamatan pesantren dan MA/SLTA/sederajat, dari daerah-daerah. Pendaftaran dibuka hanya dalam waktu sekitar sepekan, terhitung mulai Jumat (23/9) sampai Jumat (30/9).

Selain persiapan Program Studi PGMI Strata Satu (S1), STAI Al-Fatah sudah memiliki Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) atau Jurnalistik Islam S1.

Melalui Jurusan KPI ini, para mahasiswa diharapkan memiliki kompetensi dakwah secara lisan di mimbar, radio dan televisi, dan tulisan melalui media massa cetak maupun online.

Para mahasiswa baru mulai tahun ajaran baru ini bergabung dengan mahasiswa lainnya dalam Program Pesantren Mahasiswa (PPM) untuk pembekalan berupa tahsin dan tahfidz Al-Quran, komunikasi Bahasa Arab dan bahasa Inggris, serta akidah dan jama’ah imaamah.

Para calon mahasiswa PGMI dapat mendaftarkan langsung ke Kampus STAI Al-Fatah Jalan Pesantren Al-Fatah Pasirangin, Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, atau via 0852 1361 1753 (wa, sms), atau email stai_alfatah@yahoo.co.id.
Ketua STAI Al-Fatah, Ir. Wahyu Iwa Sumantri, M.P.
Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Fatah Cileungsi, Bogor, mulai tahun akademik baru 2016-2017 ini menerapkan Program Pesantren Mahasiswa (PPM).

Ketua STAI Al-Fatah Ir. Wahyu Iwa Sumantri,MP., mwngatakan program PPM ini berlatar dari keinginan pihaknya menjadikan para mahasiswa sebagai kader dai militan yang memiliki semangat juang tinggi dan ilmu dakwah lengkap.

“Mahasiswa tinggal di kompleks Pesantren Al-Fatah, dengan kegiatan mulai shalat tahajud, shalat subuh berjamaah, tahsin Al-Quran pagi, hingga pembekalan bahasa Arab dan Inggris tiap hari, serta mengikuti jadwal kuliah,” ujar Wahyuis, ia biasa disapa.

Menurutnya, mahasiswa di kampus tidak hanya berorientasi kuliah cari ijazah. Namun harus lebih tinggi dari itu, menggali bekal ilmu dan siap terjun ke tengah-tengah masyarakat setela lulus kuliah.

“Mahasiswa jurusan Komunikasi Penyiaran Islam misalnya, sebelum selesai ditargetkan memiliki radio atau tv streaming tiap tiga orang satu karya,” paparnya.

Sehingga dengan modal dakwah media tersebut, termasuk memiliki media online, dapat dikembangkan lebih luas selepas sarjana.

Demikian pula yang jurusan Pendidikan Agama Islam, sebelum tamat mahasiswa setidaknya memiliki konsep, kurikukulum dan semacam miniatur lembaga pendidikan unggulan.

“Mereka lulus bukan mencari pekerjaan, tapi menciptakan kreasi pekerjaan yang unggul, inovatif dan diperlukan umat,” lanjutnya.

Untuk menunjang PPM ini, STAI Al-Fatah sedang menyiapkan berbagai sarana dan prasarana pendukung, seperti renovasi gedung belajar, pengadaan ruang multimedia, ruang kerja dan kajian bidang kemuslimatan, perpustakaan, dan lainnya.

Rudi, salah seorang mahasiswa baru mengatakan, dirinya merasa cukup kewalahan menerima program PPM.

“Saya harus belajar tahsin, menghafal ayat-ayat Quran, belum lagi hafalan materi dari dosen, kuliah full, kadang sampai malam. Tapi saya jalani saja,” ujar mahasiswa asal Jakarta itu.
Terdorong kurangnya daya tampung mahasiswa yang semakin banyak dan ruang administrasi serta pengurus lembaga yang masih minim, pengelola Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Fatah Bogor sejak 10 Juli 2016 merenovasi bangunan kampusnya.

Ketua STAI Al Fatah, Ir Wahyu Iwa Simantri MP, mengatakan bangunan yang sudah ada akan ditingkat dua (3 lantai) dan diharapkan dalam dua bulan ke depan pembangunan sudah selesai.

"Mudah-mudahan dengan biaya sekitar 300 juta pembangunan kampus bisa sesuai target," kata Wahyu IS di Bogor, Selasa 12 Juli 2016.

Berikut beberapa foto proses renovasinya.


Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Fatah dengan Kantor Berita Islam MINA (Mi`raj Islamic News Agency) menjalin kerjasama di bidang pengembangan jurnalistik.
Penandatanganan MoU STAI Al-Fatah dan MINA

Kerjasama ini dikukuhkan dengan penandatanganan MoU oleh Kepala STAI Al-Fatah Wahyu Iwa Sumantri, MP., Pemimpin Redaksi MINA Ismet Rauf, dan Imaamul Muslimin Yakhsyallah Mansur di Masjid At-Taqwa Cileungsi Bogor, Selasa (28/6).

“Kerjasama bertujuan memberikan bekal kemampuan kepada setiap mahasiswa agar siap terjun ke lapangan kerja,” kata Pemred MINA, Ismet Rauf saat memberikan sambutan.

Nota kesepahaman yang ditandatangani meliputi kerjasama pengembangan jurnalistik antara lain dalam pelatihan, magang, dan pertukaran informasi.

Kerjasama itu termasuk kerjasama pembinaan mahasiswa Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam STAI Al-Fatah dan pemberian beasiswa bagi mahasiswa STAI Al-Fatah yang telah menjadi wartawan tetap MINA sesuai rekomendasi manajemen MINA.

Sementara itu Iwa Sumantri, MP., mengatakan bahwa mahasiswa STAI Al-Fatah menjadi ujung tombak MINA sejak awal berdirinya kantor berita Islam pada 2012 lalu.

“Kerjasama ini terjalin untuk saling mengokohkan dan menguatkan program dalam mewujudkan lahirnya para pakar di bidang jurnalistik. STAI Al-Fatah dapat bisa memberikan kontribusi ke arah itu,” kata Wahyu.

Imaam Yakhsyallah Mansur dalam memberikan tausyiah mengatakan STAI Al-Fatah dan MINA bisa saling mengokohkan diri dalam bidang jurnalistik.

“Semoga STAI Al-Fatah menjadi sumber wartawan Islam yang profesional dan MINA bisa mengokohkan diri sebagai kantor berita Islam yang profesional yang bergerak dalam bidang dakwah,” katanya.

Penandatangan MoU disaksikan oleh ratusan peserta yang melakukan itikaf di Masjid At-Taqwa berasal dari Jabodetabek dan Kalimantan tersebut. Imaam Yakhsyallah berharap bisa membawa pengaruh bagi umat Islam ke depan yang memberikan kesadaran menjadi umat terbaik di seluruh dunia.

“Betapa besar pengaruh tulisan bagi perkembangan peradaban, profesionalisme, dan akidah manusia,” tegasnya.

Hal ini terbukti, katanya, dengan sambutan dari Wakil Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyah selaku Perdana Menteri Palestina di Jalur Gaza saat itu yang mengakui MINA sebagai kantor berita Islam yang akan mewakili suara umat Islam.

“Kata Ismail Haniyah, dua hadiah terbesar dari Indonesia adalah Rumah Sakit Indonesia dan Kantor Berita Islam MINA,” ungkapnya.

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Foto

Audio

Audio

video

Cat-5

Cat-6